Address:

Kutisari street I/ 21, Surabaya, East Java, Indonesia

Sunday, November 16, 2014

Nama               : Bayu Indra

1Mekanisme kerja hermon system urinary:
a.      Hormon Paratiroid  (PTH)
Secara normal terdapat  2 pasang kelenjar paratiroid yang tertanam pada permukaan posterior kelenjar tiroid..  Sel-sel kedua kelenjar yang bertetangga ini dipisahkan oleh kapsul padat yang mengelilingi kelenjar paratiroid..  Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid (PTH) atau parathormon.  PTH berfungsi meningkatkan konsentrasi Ca dalam cairan tubuh melalui 3 cara yaitu:

1).  Mobilisasi Ca tulang dengan cara menghambat  aktivitas  osteoblas  sehingga mengurangi laju deposisi Ca ke dalam  tulang serta meningkatkan kerja osteoklas sehingga pelepasan Ca dari tulang meningkat

2).  Meningkatkan reabsorbsi Ca di ginjal sehingga mengurangi hilangnya Ca melalui urine

3).  Merangsang pembentukkan dan sekresi kalsitriol di ginjal yang berfungsi untuk meningkatkan absorbsi Ca dalam saluran pencernaan.
b.      Aldosteron
merupakan mineralokortikoid utama yang dihasilkan oleh korteks adrenalis.  Aldosteron merangsang konservasi ion Na dan meniadakan ion K.  Sel-sel target hormon ini mengatur komposisi ion yang diekskresikan di dalam cairan.  Hal ini menyebabkan retensi (penahanan) ion Na di ginjal, kelenjar keringat, kelenjar saliva dan pankreas sehingga  mencegah keilangan ion Na dalam urine, keringat, saliva dan sekresi pencernaan.  Sekresi aldosteron terjadi akibat turunnya kandungan Na, volume darah atau tekanan darah atau peningkatan konsentrasi ion K.



c.       ADH
Hormon ADH dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis. Pengeluaran hormon ini ditentukan oleh reseptor khusus di otak yang secara terus menerus mengendalikan tekanan osmotik darah (untuk kesetimbangan konsentrasi air). Maka dari itu hormon ini berpengaruh pada reabsorpsi air di tubulus kontortus distal sehingga permeabilitas sel terhadap air meningkat.
Jika terjadi dehidrasi maka tekanan osmotik meningkat, air dalam darah menurun dan kemudian pengeluaran ADH akan meningkat. Peningkatan sekresi ADH ini juga akan meningkatkan permeabilitas sel terhadap air dan peremabilitas saluran pengumpul sehingga memperbesar membran saluran pengumpul. Air berdifusi keluar pipa pengumpul dan masuk ke darah (memulihkan konsentrasi air di darah), akibatnya urine menjadi pekat.

2 Anatomi system digestive:
a.      Rongga Mulut
Rongga mulut (pipi) dibatasi oleh epitel gepeng berlapis tanpa tanduk. Atap mulut tersusun atas palatum keras (durum) dan lunak (molle), keduanya diliputi oleh epitel gepeng berlapis. Uvula palatina merupakan tonjolan konis yang menuju ke bawah dari batas tengah palatum lunak.
b.      Lidah
Lidah merupakan suatu massa otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Serabut-serabut otot satu sama lain saling bersilangan dalam 3 bidang, berkelompok dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan penyambung.
Pada permukaan bawah lidah, membran mukosanya halus, sedangkan permukaan dorsalnya ireguler, diliputi oleh banyak tonjolan-tonjolan kecil yang dinamakan papilae. Papilae lidah merupakan tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propria
yang diduga bentuk dan fungsinya berbeda.
c.       Pharynx
Pharynx merupakan peralihan ruang antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan pencernaan. Ia membentuk hubungan antara daerah hidung dan larynx. Pharynx dibatasi oleh epitel berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah-daerah bagian pernapasan yang tidak mengalami abrasi. Pada daerah-daerah yang terakhir ini, epitelnya toraks bertingkat bersilia dan bersel goblet. Pharynx mempunyai tonsila yang merupakan sistem pertahanan tubuh. Mukosa pharynx  Handout Mikroskopi Anatomi Sistem Digesti 3 juga mempunyai banyak kelenjar-kelenjar mukosa kecil dalam lapisan jaringan penyambung padatnya.
Oesofagus
Bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Oesofagus diselaputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa tanduk. Pada lapisan submukosa terdapat kelompokan kelenjar-kelenjar oesofagea yang mensekresikan mukus. Pada bagian ujung distal oesofagus, lapisan otot hanya terdiri sel-sel otot polos, pada bagian tengah, campuran sel-sel otot lurik dan polos, dan pada ujung proksimal, hanya sel-sel otot lurik.
d.      Lambung
Lambung merupakan segmen saluran pencernaan yang melebar, yang fungsi utamanya adalah menampung makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi bubur yang liat yang dinamakan kimus (chyme). Permukaan lambung ditandai oleh adanya peninggian atau lipatan yang dinamakan rugae. Invaginasi epitel pembatas lipatan-lipatan tersebut menembus lamina propria, membentuk alur mikroskopik yang dinamakan gastric pits atau foveolae gastricae. Sejumlah kelenjar-kelenjar kecil, yang terletak di dalam lamina propria, bermuara ke dalam dasar gastric pits ini. Epitel pembatas ketiga bagian ini terdiri dari sel-sel toraks yang mensekresi mukus. Lambung secara struktur histologis dapat dibedakan menjadi: kardia, korpus, fundus, dan pylorus.
e.       Usus Halus
Usus halus relatif panjang – kira-kira 6 m – dan ini memungkinkan kontakyang lama antara makanan dan enzim-enzim pencernaan serta antara hasil-hasilpencernaan dan sel-sel absorptif epitel pembatas.
Usus halus terdiri atas 3 segmen: duodenum, jejunum, dan ileum.
Membran mukosa usus halus menunjukkan sederetan lipatan permanen yang disebut plika sirkularis atau valvula Kerkringi. Pada membran mukosa terdapat lubang kecil yang merupakan muara kelenjar tubulosa simpleks yang
dinamakan kelenjar intestinal (kriptus atau kelenjar Lieberkuhn). Kelenjar-kelenjarintestinal mempunyai epitel pembatas usus halus dan sel-sel goblet (bagianatas).
Usus Besar
Handout Mikroskopi Anatomi Sistem Digesti 7
Usus besar terdiri atas membran mukosa tanpa lipatan kecuali pada bagian distalnya (rektum) dan tidak terdapat vili usus. Epitel yang membatasi adalah toraks dan mempunyai daerah kutikula tipis. Fungsi utama usus besar adalah:
1. untuk absorpsi air dan
2. pembentukan massa feses,
3. pemberian mukus dan pelumasan permukaan mukosa, dengan demikian banyak sel goblet.


Lamina propria kaya akan sel-sel limfoid dan nodulus limfatikus. Nodulus sering menyebar ke dalam dan menginvasi submukosa. Pada bagian bebas kolon, lapisan serosa ditandai oleh suatu tonjolan pedunkulosa yang terdiri atas jaringan adiposa – appendices epiploidices (usus buntu). Pada daerah anus, membran mukosa mempunyai sekelompok lipatan longitudinal, collum rectails Morgagni. Sekitar 2 cm di atas lubang anus mukosa usus diganti oleh epitel berlapis gepeng. Pada daerah ini, lamina propria mengandung pleksus vena-vena besar yang bila melebar berlebihan dan mengalami varikosa mengakibtakan hemoroid.

DAFTAR PUSTAKA