Nama : Bayu Indra
1Mekanisme
kerja hermon system urinary:
a.
Hormon
Paratiroid (PTH)
Secara
normal terdapat 2 pasang kelenjar
paratiroid yang tertanam pada permukaan posterior kelenjar tiroid.. Sel-sel kedua kelenjar yang bertetangga ini
dipisahkan oleh kapsul padat yang mengelilingi kelenjar paratiroid.. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon
paratiroid (PTH) atau parathormon. PTH
berfungsi meningkatkan konsentrasi Ca dalam cairan tubuh melalui 3 cara yaitu:
1). Mobilisasi Ca tulang dengan cara
menghambat aktivitas osteoblas
sehingga mengurangi laju deposisi Ca ke dalam tulang serta meningkatkan kerja osteoklas
sehingga pelepasan Ca dari tulang meningkat
2). Meningkatkan reabsorbsi Ca di ginjal sehingga
mengurangi hilangnya Ca melalui urine
3). Merangsang pembentukkan dan sekresi
kalsitriol di ginjal yang berfungsi untuk meningkatkan absorbsi Ca dalam
saluran pencernaan.
b.
Aldosteron
merupakan
mineralokortikoid utama yang dihasilkan oleh korteks adrenalis. Aldosteron merangsang konservasi ion Na dan
meniadakan ion K. Sel-sel target hormon
ini mengatur komposisi ion yang diekskresikan di dalam cairan. Hal ini menyebabkan retensi (penahanan) ion
Na di ginjal, kelenjar keringat, kelenjar saliva dan pankreas sehingga mencegah keilangan ion Na dalam urine,
keringat, saliva dan sekresi pencernaan.
Sekresi aldosteron terjadi akibat turunnya kandungan Na, volume darah
atau tekanan darah atau peningkatan konsentrasi ion K.
c.
ADH
Hormon ADH dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis. Pengeluaran
hormon ini ditentukan oleh reseptor khusus di otak yang secara terus menerus
mengendalikan tekanan osmotik darah (untuk kesetimbangan konsentrasi air). Maka
dari itu hormon ini berpengaruh pada reabsorpsi air di tubulus kontortus distal
sehingga permeabilitas sel terhadap air meningkat.
Jika terjadi dehidrasi maka tekanan osmotik meningkat, air
dalam darah menurun dan kemudian pengeluaran ADH akan meningkat. Peningkatan
sekresi ADH ini juga akan meningkatkan permeabilitas sel terhadap air dan peremabilitas
saluran pengumpul sehingga memperbesar membran saluran pengumpul. Air berdifusi
keluar pipa pengumpul dan masuk ke darah (memulihkan konsentrasi air di darah),
akibatnya urine menjadi pekat.
2 Anatomi
system digestive:
a.
Rongga
Mulut
Rongga
mulut (pipi) dibatasi oleh epitel gepeng berlapis tanpa tanduk. Atap mulut
tersusun atas palatum keras (durum) dan lunak (molle), keduanya diliputi oleh
epitel gepeng berlapis. Uvula palatina merupakan tonjolan konis yang menuju ke
bawah dari batas tengah palatum lunak.
b.
Lidah
Lidah
merupakan suatu massa otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa.
Serabut-serabut otot satu sama lain saling bersilangan dalam 3 bidang, berkelompok
dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan penyambung.
Pada
permukaan bawah lidah, membran mukosanya halus, sedangkan permukaan dorsalnya
ireguler, diliputi oleh banyak tonjolan-tonjolan kecil yang dinamakan papilae.
Papilae lidah merupakan tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propria
yang
diduga bentuk dan fungsinya berbeda.
c.
Pharynx
Pharynx
merupakan peralihan ruang antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan
pencernaan. Ia membentuk hubungan antara daerah hidung dan larynx. Pharynx
dibatasi oleh epitel berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah-daerah bagian
pernapasan yang tidak mengalami abrasi. Pada daerah-daerah yang terakhir ini,
epitelnya toraks bertingkat bersilia dan bersel goblet. Pharynx mempunyai
tonsila yang merupakan sistem pertahanan tubuh. Mukosa pharynx Handout Mikroskopi Anatomi Sistem Digesti 3 juga
mempunyai banyak kelenjar-kelenjar mukosa kecil dalam lapisan jaringan penyambung
padatnya.
Oesofagus
Bagian
saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan
dari mulut ke lambung. Oesofagus diselaputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa
tanduk. Pada lapisan submukosa terdapat kelompokan kelenjar-kelenjar oesofagea
yang mensekresikan mukus. Pada bagian ujung distal oesofagus, lapisan otot
hanya terdiri sel-sel otot polos, pada bagian tengah, campuran sel-sel otot
lurik dan polos, dan pada ujung proksimal, hanya sel-sel otot lurik.
d.
Lambung
Lambung
merupakan segmen saluran pencernaan yang melebar, yang fungsi utamanya adalah
menampung makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi bubur yang liat yang
dinamakan kimus (chyme). Permukaan lambung ditandai oleh adanya peninggian atau
lipatan yang dinamakan rugae. Invaginasi epitel pembatas lipatan-lipatan
tersebut menembus lamina propria, membentuk alur mikroskopik yang dinamakan
gastric pits atau foveolae gastricae. Sejumlah kelenjar-kelenjar kecil, yang
terletak di dalam lamina propria, bermuara ke dalam dasar gastric pits ini.
Epitel pembatas ketiga bagian ini terdiri dari sel-sel toraks yang mensekresi
mukus. Lambung secara struktur histologis dapat dibedakan menjadi: kardia,
korpus, fundus, dan pylorus.
e. Usus
Halus
Usus
halus relatif panjang – kira-kira 6 m – dan ini memungkinkan kontakyang lama
antara makanan dan enzim-enzim pencernaan serta antara hasil-hasilpencernaan
dan sel-sel absorptif epitel pembatas.
Usus
halus terdiri atas 3 segmen: duodenum, jejunum, dan ileum.
Membran
mukosa usus halus menunjukkan sederetan lipatan permanen yang disebut plika
sirkularis atau valvula Kerkringi. Pada membran mukosa terdapat lubang kecil
yang merupakan muara kelenjar tubulosa simpleks yang
dinamakan
kelenjar intestinal (kriptus atau kelenjar Lieberkuhn). Kelenjar-kelenjarintestinal
mempunyai epitel pembatas usus halus dan sel-sel goblet (bagianatas).
Usus
Besar
Handout
Mikroskopi Anatomi Sistem Digesti 7
Usus
besar terdiri atas membran mukosa tanpa lipatan kecuali pada bagian distalnya
(rektum) dan tidak terdapat vili usus. Epitel yang membatasi adalah toraks dan
mempunyai daerah kutikula tipis. Fungsi utama usus besar adalah:
1.
untuk absorpsi air dan
2.
pembentukan massa feses,
3.
pemberian mukus dan pelumasan permukaan mukosa, dengan demikian banyak sel
goblet.
Lamina
propria kaya akan sel-sel limfoid dan nodulus limfatikus. Nodulus sering
menyebar ke dalam dan menginvasi submukosa. Pada bagian bebas kolon, lapisan
serosa ditandai oleh suatu tonjolan pedunkulosa yang terdiri atas jaringan adiposa
– appendices epiploidices (usus buntu). Pada daerah anus, membran mukosa
mempunyai sekelompok lipatan longitudinal, collum rectails Morgagni. Sekitar 2
cm di atas lubang anus mukosa usus diganti oleh epitel berlapis gepeng. Pada
daerah ini, lamina propria mengandung pleksus vena-vena besar yang bila melebar
berlebihan dan mengalami varikosa mengakibtakan hemoroid.
DAFTAR PUSTAKA










