Address:

Kutisari street I/ 21, Surabaya, East Java, Indonesia

Sunday, November 16, 2014

Nama               : Bayu Indra

1Mekanisme kerja hermon system urinary:
a.      Hormon Paratiroid  (PTH)
Secara normal terdapat  2 pasang kelenjar paratiroid yang tertanam pada permukaan posterior kelenjar tiroid..  Sel-sel kedua kelenjar yang bertetangga ini dipisahkan oleh kapsul padat yang mengelilingi kelenjar paratiroid..  Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid (PTH) atau parathormon.  PTH berfungsi meningkatkan konsentrasi Ca dalam cairan tubuh melalui 3 cara yaitu:

1).  Mobilisasi Ca tulang dengan cara menghambat  aktivitas  osteoblas  sehingga mengurangi laju deposisi Ca ke dalam  tulang serta meningkatkan kerja osteoklas sehingga pelepasan Ca dari tulang meningkat

2).  Meningkatkan reabsorbsi Ca di ginjal sehingga mengurangi hilangnya Ca melalui urine

3).  Merangsang pembentukkan dan sekresi kalsitriol di ginjal yang berfungsi untuk meningkatkan absorbsi Ca dalam saluran pencernaan.
b.      Aldosteron
merupakan mineralokortikoid utama yang dihasilkan oleh korteks adrenalis.  Aldosteron merangsang konservasi ion Na dan meniadakan ion K.  Sel-sel target hormon ini mengatur komposisi ion yang diekskresikan di dalam cairan.  Hal ini menyebabkan retensi (penahanan) ion Na di ginjal, kelenjar keringat, kelenjar saliva dan pankreas sehingga  mencegah keilangan ion Na dalam urine, keringat, saliva dan sekresi pencernaan.  Sekresi aldosteron terjadi akibat turunnya kandungan Na, volume darah atau tekanan darah atau peningkatan konsentrasi ion K.



c.       ADH
Hormon ADH dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis. Pengeluaran hormon ini ditentukan oleh reseptor khusus di otak yang secara terus menerus mengendalikan tekanan osmotik darah (untuk kesetimbangan konsentrasi air). Maka dari itu hormon ini berpengaruh pada reabsorpsi air di tubulus kontortus distal sehingga permeabilitas sel terhadap air meningkat.
Jika terjadi dehidrasi maka tekanan osmotik meningkat, air dalam darah menurun dan kemudian pengeluaran ADH akan meningkat. Peningkatan sekresi ADH ini juga akan meningkatkan permeabilitas sel terhadap air dan peremabilitas saluran pengumpul sehingga memperbesar membran saluran pengumpul. Air berdifusi keluar pipa pengumpul dan masuk ke darah (memulihkan konsentrasi air di darah), akibatnya urine menjadi pekat.

2 Anatomi system digestive:
a.      Rongga Mulut
Rongga mulut (pipi) dibatasi oleh epitel gepeng berlapis tanpa tanduk. Atap mulut tersusun atas palatum keras (durum) dan lunak (molle), keduanya diliputi oleh epitel gepeng berlapis. Uvula palatina merupakan tonjolan konis yang menuju ke bawah dari batas tengah palatum lunak.
b.      Lidah
Lidah merupakan suatu massa otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Serabut-serabut otot satu sama lain saling bersilangan dalam 3 bidang, berkelompok dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan penyambung.
Pada permukaan bawah lidah, membran mukosanya halus, sedangkan permukaan dorsalnya ireguler, diliputi oleh banyak tonjolan-tonjolan kecil yang dinamakan papilae. Papilae lidah merupakan tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propria
yang diduga bentuk dan fungsinya berbeda.
c.       Pharynx
Pharynx merupakan peralihan ruang antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan pencernaan. Ia membentuk hubungan antara daerah hidung dan larynx. Pharynx dibatasi oleh epitel berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah-daerah bagian pernapasan yang tidak mengalami abrasi. Pada daerah-daerah yang terakhir ini, epitelnya toraks bertingkat bersilia dan bersel goblet. Pharynx mempunyai tonsila yang merupakan sistem pertahanan tubuh. Mukosa pharynx  Handout Mikroskopi Anatomi Sistem Digesti 3 juga mempunyai banyak kelenjar-kelenjar mukosa kecil dalam lapisan jaringan penyambung padatnya.
Oesofagus
Bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Oesofagus diselaputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa tanduk. Pada lapisan submukosa terdapat kelompokan kelenjar-kelenjar oesofagea yang mensekresikan mukus. Pada bagian ujung distal oesofagus, lapisan otot hanya terdiri sel-sel otot polos, pada bagian tengah, campuran sel-sel otot lurik dan polos, dan pada ujung proksimal, hanya sel-sel otot lurik.
d.      Lambung
Lambung merupakan segmen saluran pencernaan yang melebar, yang fungsi utamanya adalah menampung makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi bubur yang liat yang dinamakan kimus (chyme). Permukaan lambung ditandai oleh adanya peninggian atau lipatan yang dinamakan rugae. Invaginasi epitel pembatas lipatan-lipatan tersebut menembus lamina propria, membentuk alur mikroskopik yang dinamakan gastric pits atau foveolae gastricae. Sejumlah kelenjar-kelenjar kecil, yang terletak di dalam lamina propria, bermuara ke dalam dasar gastric pits ini. Epitel pembatas ketiga bagian ini terdiri dari sel-sel toraks yang mensekresi mukus. Lambung secara struktur histologis dapat dibedakan menjadi: kardia, korpus, fundus, dan pylorus.
e.       Usus Halus
Usus halus relatif panjang – kira-kira 6 m – dan ini memungkinkan kontakyang lama antara makanan dan enzim-enzim pencernaan serta antara hasil-hasilpencernaan dan sel-sel absorptif epitel pembatas.
Usus halus terdiri atas 3 segmen: duodenum, jejunum, dan ileum.
Membran mukosa usus halus menunjukkan sederetan lipatan permanen yang disebut plika sirkularis atau valvula Kerkringi. Pada membran mukosa terdapat lubang kecil yang merupakan muara kelenjar tubulosa simpleks yang
dinamakan kelenjar intestinal (kriptus atau kelenjar Lieberkuhn). Kelenjar-kelenjarintestinal mempunyai epitel pembatas usus halus dan sel-sel goblet (bagianatas).
Usus Besar
Handout Mikroskopi Anatomi Sistem Digesti 7
Usus besar terdiri atas membran mukosa tanpa lipatan kecuali pada bagian distalnya (rektum) dan tidak terdapat vili usus. Epitel yang membatasi adalah toraks dan mempunyai daerah kutikula tipis. Fungsi utama usus besar adalah:
1. untuk absorpsi air dan
2. pembentukan massa feses,
3. pemberian mukus dan pelumasan permukaan mukosa, dengan demikian banyak sel goblet.


Lamina propria kaya akan sel-sel limfoid dan nodulus limfatikus. Nodulus sering menyebar ke dalam dan menginvasi submukosa. Pada bagian bebas kolon, lapisan serosa ditandai oleh suatu tonjolan pedunkulosa yang terdiri atas jaringan adiposa – appendices epiploidices (usus buntu). Pada daerah anus, membran mukosa mempunyai sekelompok lipatan longitudinal, collum rectails Morgagni. Sekitar 2 cm di atas lubang anus mukosa usus diganti oleh epitel berlapis gepeng. Pada daerah ini, lamina propria mengandung pleksus vena-vena besar yang bila melebar berlebihan dan mengalami varikosa mengakibtakan hemoroid.

DAFTAR PUSTAKA



Wednesday, September 24, 2014

IZIN Resmi DINAS KESEHATAN

Tidak perlu diragukan lagi........

Wednesday, September 17, 2014

Low Back Pain Excercise


Saturday, September 13, 2014

TERAPI LATIHAN PASCACEDERA BAHU

Bentuk-bentuk terapi latihan untuk cedera bahu dan lengan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.    Codman’s Pendulum Swing (Mengayun lengan)
Letakkan lengan sehat ke meja untuk menyangga tubuh. Bungkukkan badan dan biarkan lengan/bahu yang cedera menggantung rileks. Perlahan ayunkan lengan memutar searah dan berlawanan arah dengan jarum jam, kemudian ke depan-belakang dan samping-menyamping. Ulangi 30 kali pada masing-masing arah.
2.    Wall Lader (Merambat tembok)
Berdirilah menyamping tembok, jangkaulah tembok dengan lengan cedera dalam posisi lurus. Merambatlah ke atas dengan bantuan jari-jari tangan setinggi mungkin, kemudian pertahankan posisi tersebut. Ulangi 3-5 kali. Lakukan latihan ini dengan menghadap tembok maupun menyamping tembok.
3.    Supine Flexion (Tekuk lengan ke belakang)
Tidur terlentang dan peganglah T-Bar atau tongkat dengan kedua tangan. Angkat lengan diatas kepala sejauh mungkin dan tahan 5-10 detik. Kembali ke posisi semula dan ulangi kembali gerakan ini. Apabila fleksibilitas dan kekuatan sudah bertambah, boleh ditambahkan beban pada tongkat.
4.    Bent Arm Flexion (Angkat lengan ke depan-atas)
Sangga lengan yang cedera dengan tangan yang sehat, dan perlahan angkat lengan cedera tersebut ke depan dan ke atas sejauh mungkin. Pertahankan dan turunkan kembali ke posisi semula. Istirahatkan, dan ulangi gerakan ini sebanyak 30 kali.
5.    T-Bar Flexion (Angkat lengan dengan T-Bar)
Pegang secara kendor ujung T-Bar dengan lengan yang cedera, dan lengan sehat memegang ujung panjang T-Bar. Angkat lengan cedera dengan mendorong T-Bar setinggi mungkin, kemudian tahan dan turunkan kembali secara perlahan. Ulangi 30 kali. T-Bar Flexion (Angkat lengan dengan T-Bar)
Pegang secara kendor ujung T-Bar dengan lengan yang cedera, dan lengan sehat memegang ujung panjang T-Bar. Angkat lengan cedera dengan mendorong T-Bar setinggi mungkin, kemudian tahan dan turunkan kembali secara perlahan. Ulangi 30 kali.
6.    Active Flexion (Angkat lengan Secara Aktif)
Berdirilah dengan siku lurus dan ujung jari menghadap ke depan. Angkat lengan cedera ke atas di depan tubuh setinggi mungkin, pertahankan dan turunkan secara perlahan. Ulangi gerakan ini
7.    Bent Arm Extension (Tarik lengan ke belakang-bawah)
Sangga lengan yang cedera dengan telapak tangan yang sehat, dan perlahan dorong lengan cedera ke belakang sejauh mungkin. Pertahankan, dan kemudian kembali ke posisi semula secara perlahan. Ulangi 30 kali.
8.    T-Bar Extension (Tarik ke belakang-bawah dengan T-Bar)
Genggam renggang ujung T-Bar dengan lengan cedera, dan pegang ujung lain dengan tangan yang sehat. Gunakan tangan sehat untuk mendorong lengan cedera ke belakang tubuh sejauh mungkin. Pertahankan dan kembalikan ke posisi awal. Ulangi 30 kali.
9.    Prone – Extension (Lengan menempel panggul)
Tidurlah telungkup dengan lengan cedera menggantung kearah lantai. Dengan lengan cedera yang diputar keluar, angkat ke belakang menuju panggul sehingga sejajar dengan lantai. Tidak perlu lebih dari sejajar lantai.
10.     Bent Arm Abduction (Angkat lengan menjauhi tubuh)
Letakkan lengan cedera di tangan yang sehat, dan dengan perlahan bawa lengan cedera menjauhi tubuh semaksimal mungkin. Pertahankan dan kembalikan pelan ke posisi semula. Rilekskan sebentar dan ulangi 30 kali.
11.     T-Bar Abduction (Angkat menjauhi tubuh dengan T-Bar)
Pegang ujung T-Bar dengan lengan cedera, dan ujung lain dengan lengan sehat. Pergunakan tangan sehat untuk mengangkat lengan cedera menyamping menjauhi tubuh semaksimal mungkin. Pertahankan dan kembalikan perlahan ke posisi semula. Ulangi 30 kali.
12.     Active Abduction (Angkat menjauh dari tubuh secara aktif)
Berdirilah dengan siku lurus. Angkat lengan cedera menjauhi tubuh setinggi mungkin. Pertahankan dan turunkan perlahan. Ulangi kembali
13.     Prone Horizontal Abduction (Angkat menjauhi tubuh)
Tidurlah tengkurap di meja. Angkat keluar lengan cedera menjauhi tubuh sampai sejajar lantai. Pertahankan, kembalikan ke posisi semula dan ulangi gerakan tersebut
14.     Adducted Internal / External Rotation (Memutar lengan ke dalam dan ke luar)
Dengan lengan cedera disamping badan dan menekuk siku 90 derajat, putarlah lengan menyilang tubuh ke perut sejauh mungkin. Pertahankan, kemudian ganti putar ke luar dan pertahankan. Dengan perlahan kembalikan ke posisi semula dan ulangi 30 kali.
15.     Side Lying Internal Rotation (Putar lengan ke dalam dengan posisi tidur miring)
Tidurlah miring ke sisi lengan cedera dengan siku menekuk 90 derajat. Dengan perlahan, angkat tangan cedera ke perut. Pertahankan, kemudian kembalikan ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.
16.     Side Lying External Rotation (Putar lengan ke luar dengan posisi tidur miring)
Tidurlah miring ke sisi lengan yang sehat dengan siku terletak di dada dan menekuk 90 derajat. Perlahan angkat tangan ke atas menjauhi tubuh semaksimal mungkin. Pertahankan dan turunkan kembali. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
17.     Supine Internal/External Rotation (Putar lengan ke depan dan ke luar dengan posisi tidur terlentang)

Tidurlah terlentang di meja dengan bahu renggang dan siku tersangga dalam posisi menekuk. Perlahan angkat tangan ke atas dan ke depan sejauh mungkin. Pertahankan 1-2 detik, dan kembalikan ke posisi semula. Usahakan punggung tangan menyentuh meja pada posisi ke belakang dan telapak tangan menyentuh meja pada posisi ke depan. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
18.     Supraspinatus
Berdirilah dengan siku lurus dan lengan memutar ke dalam. Angkat tangan setinggi mata dengan sudut 30 derajat terhadap tubuh. Jaga jangan sampai lebih tinggi dari mata. Pertahankan, dan kembalikan ke posisi semula. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
19.     Shrugs
Berdirilah dengan lengan disamping badan. Angkat bahu ke telinga dan pertahankan. Tarik bahu ke belakang sehingga saling mendekat. Pertahankan dan kemudian rilekskan. Ulangi beberapa kali.
20.     Towel Squeeze (Memeras handuk dengan lengan atas)
Lipat handuk menjadi 1/8, kemudian letakkan diantara dada dan lengan cedera. Perlahan tekankan lengan ke handuk dan dada dengan lengan bawah menyilang di depan tubuh pada sudut 45 derajat. Pertahankan kontraksi isometrik ini 5-10 detik, kemudian rilekskan. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
21.     Supine Triceps Extension (Ekstensi trisep dalam posisi terlentang)
Berbaringlah terlentang dengan siku menekuk di dekat kepala. Letakkan lengan cedera ke bahu sehat. Perlahan luruskan siku sejauh mungkin tanpa menggerakkan lengan atas. Perlahan kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
22.     Standing Triceps Press (Tekan trisep dalam posisi berdiri)
Angkat lengan cedera ke atas kepala. Sangga siku dengan lengan sehat. Perlahan luruskan lengan di atas kepala. Pertahankan dan kembalikan ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.
23.     Seated Dips
Duduklah di tepi meja atau kursi dengan tangan memegang tepian meja/kursi. Perlahan luruskan lengan dan angkat pantat. Pertahankan 3-5 detik dan kembali ke meja dengan perlahan. Ulangi beberapa kali.
24.     Chair Dips
Letakkan bagian belakang badan di pinggiran kursi dengan kaki menjulur ke depan. Perlahan turunkan badan ke lantai sampai lengan atas sejajar lantai. Angkat badan ke atas dengan hati-hati dan pertahankan. Secara perlahan kembalilah ke posisi semula dan ulangi gerakan ini beberapa kali.
25.     Biceps Curls
Lengan lurus disamping badan dengan tangan menghadap ke depan. Perlahan tekuklah siku kearah bahu sejauh mungkin. Pertahankan dan rilekskan ke posisi semula. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
26.     Supine Press
Berbaringlah terlentang dengan siku disamping dada dan menekuk 90 derajat. Perlahan angkat dan luruskan lengan ke atas. Pertahankan dan kembalikan perlahan ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.
27.     Progressive Push-Ups
Peganglah tepian tempat tidur atau meja dengan kedua kaki sejajar dan berjarak 3-4 kaki dari tempat tidur. Perlahan turunkan badan kearah tepi tempat tidur, tapi tidak sampai menyentuhnya. Kembalilah ke posisi semula dan ulangi gerakan ini. Tingkatkan dengan menggunakan tempat tidur/meja yang semakin rendah dan pada akhirnya di lantai.
28.     Bent Over Rows
Bungkukkan badan sehingga sejajar dengan lantai dan lengan menggantung. Perlahan tariklah lengan ke atas sehingga tangan setinggi dada, seperti orang menggergaji. Turunkan dan kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

Friday, September 12, 2014

Tenses bahasa Inggris

A. Simple Present Tenses *)Tenses bahasa inggris beserta rumus
Tenses ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat tetap, kebiasaan atau kebenaran yang hakiki. Karena sering menyangkut kejadian diwaktu lamapu, sekarang dan akan datang, Tenses ini paling sedikit mempunyai keterangan waktu tertentu.

Kalimat-kalimat bahasa inggris umumnya harus mempunyai subject(s) dan predicate(p). karena itu semua Tenses akan dipormulasi seperti itu.
Rumus:
+) Subject + to be + verb I + Main verb
+) Subject + verbI +(s/es)
Contoh :
* he is handsome
(dia tampan)
* is he handsome?
(apakah dia tampan?)
* he is not handsome
(dia tidak tampan)
Simple Present Tense dipakai ketika:
• Kejadiannya bersifat umum, atau
• Terjadi sepanjang waktu, atau kebiasaan di masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang, atau
• Kejadiannya tidak hanya terjadi sekarang, atau
• Bersifat kebenaran umum, yang orang lain tidak dapat menyangkal lagi akan kebenarannya.


B. Present Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang benar-benar sedang dilakukan saat ini. Kalimat-kalimat dalam Tenses ini lebih sering dipakai dari pada present Tenses.

Rumus:
subject + to be (is, am, are) + kata kerja + ing

Tense ini dipakai untuk menjelaskan tentang:
• Kejadian yang sedang terjadi sekarang, atau
• Kejadian yang akan terjadi di masa yang akan dating
Contoh :
+) She is cooking in the kitchen.
(dia sedang memasak di dapur)
-) She is not cooking in the kitchen
(dia tidak sedang memasak di dapur)
?) is she cooking in the kitchen?
(Apakah dia sedang memasak di dapur?)

C. Present Perfect Tense
Rumus:
subject + have + past participle (Kata Kerja Bentuk ke-3)
Tense ini digunakan untuk:
• Pengalaman
• Perubahan
• Situasi Yang berkelanjutan
Atau untuk menunjukan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang singkat (baru selesai)
Perhatikan contoh-contoh kalimatnya berikut ini:
+) they have met me
(mereka sudah menemui saya)
?) have they met me?
(apakah mereka sudah menemui saya?
-) they have not met me
( mereka belum menemui saya)

D. Present Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + have / has + been + K.Kerja + ing
Kita menggunakan Tense ini untuk menjelaskan:
• Satu kejadian/kegiatan yang baru saja berlangsung
• Satu perbuatan yang berlangsung hingga sekarang (pada saat bicara masih terjadi)
Perhatikan contoh kalimat berikut:
+) They have been playing football
(Mereka telah sedang bermain sepakbola)
-) They have not been playing football
(merka telah tidak sedang bermain sepakbola)
?) have they been playing football?
( Apakah merka telah sedang bermain sepakbola?)

E. Simple Past Tense
Rumus Kalimat Positif:
subject + Kata Kerja Bentuk ke – 2
Rumus Kalimat Negatif :
subject + did + not + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Rumus Kalimat Tanya:
Did + subject + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they).
Kapan kita memakai Simple Past Tense?
Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan yang terjadi di masa lampau.
Perhatikan contoh kalimat berikut:
+) They were student last year
(mereka pelajar tahun lalu)
-) they were not student last year
(mereka bukan pelajar tahun lalu)
?) were they student last year?
(apakah mereka pelajar tahun lalu?)

F. Past Continuous Tense
Rumus:
subject + was, were + Kata Kerja + ing
Kapan kita menggunakan Tense ini?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau.
Contoh:
+)We were joking.
-) We were not joking
?) Were we joking?

G. Past Perfect Tense
Rumus:
had + subject + Kata Kerja Bentuk ke - 3
Kapan kita menggunakan Past Perfect Tense?
Tense ini mengekspresikan tindakan di masa lalu sebelum tindakan lain terjadi, namun kejadiannya di masa lampau.
Perhatikan:
+) I had listen the radio when you come here
(aku sudah mendengar radio sebelum kamu datang

H. Past Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + had + been + Kata Kerja + ing
Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense?
Tense ini sama pemakaiannya dengan Past Perfect Tense, namun mengekspresikan tindakan-tindakan yang lebih lama di masa lampau sebelum tindakan lain terjadi.
Perhatikan:
She had been helping me when they went to scool
(dia telah sedang membantu saya ketika mereka telah pergi ke sekolah)

I. Simple Future Tense
Rumus:
subject + WILL/SHALL + Kata Kerja Bentuk I

Kapan kita mengunakan Simple Future Tense?
a. Tidak Ada Rencana Sebelumnya atau Menyatakan perbuatan/kejadian yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang
contoh :• Hold on. I‘ll get a pen.

b. Prediksi
Contoh:
• It will rain tomorrow.
KALIMAT NON-VERBAL
Ketika predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka gunakan be untuk menggantikan kata kerja tersebut.
Contoh:
• I‘ll be in London tomorrow.
Catatan:
Ketika kita mempunyai rencana atau keinginan untuk melakukan suatu kegiatan di masa yang akan datang, maka gunakan be going to atau Present Continuous Tense untuk menggantikan will/shall.

J. Future Continuous Tense
Rumus:
subject + WILL + BE + Kata Kerja + ing
Kapan kita menggunakan Future Continuous Tense?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan yang akan terjadi di waktu tertentu di masa yang akan datang.
Contoh:
He will be teaching me at eight tomorrow
(dia akan sedang mengajar saya pada jam delapan besok)

K. Future Perfect Tense
Rumus:
subject + WILL + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3
Kapan Kita Menggunakan Future Perfect Tense?
Tense ini kita pakai untuk menggambarkan suatu kegiatan yang akan terjadi di masa yang akan datang sebelum kegiatan lain terjadi.
Contoh:
They will be tired when they arrive.
(mereka akan telah lelah ketika mereka datang)
L. Future Perfect Continuous Tense
Rumus:
Subject + WILL + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing
Kapan kita memakai Future Perfect Continuous Tense?
Kita menggunakan Tense ini untuk membicarakan tentang suatu tindakan/kegiatan yang panjang sebelum beberapa saat di masa yang akan datang. Contoh:
• He will be tired when he arrives. He will have been traveling for 24 hours.

M. Past Future Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan terjadi diwaktu lampau
Rumus:
subject + WOULD + Kata Kerja Bentuk I
Contoh :
She would not be at school tomorrow.
(Dia tidak akan ke sekolah besok)

N. Past Future Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang terjadi di waktu lampau.
Rumus:
subject + WOULD + BE + Kata Kerja + ing
Contoh:
We would be having dinner at home yesterday.
(kita akan sedang makan malam di rumah kemarin)

O. Past Future Perfect Tense
untuk menyatakan suatu prbuatan atau peristiwa yang akan sedang terjadi di waktu lampau
Rumus:
subject + WOULD + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3
Contoh:
she would have be finished to studied if he had not been lazy
(dia akan sudah tamat belajar jika dia tidak malas)

P. Past Future Perfect Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan sedang terjadi di waktu lampau
Rumus:
Subject + WOULD + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing
Contoh:
We would have been waiting long.
(kita akan sudah sedang menunggu lama)

KESIMPULAN
Rumus Umum Tense adalah sbb:
No Tenses Rumus

1 Present Simple Tense S + V1 + dll
2 Present Continuous Tense S + is, am, are + V-ing + dll
3 Present Perfect Tense S + have,has + V3 + dll
4 Present Perfect Continuous Tense S + have, has + been + V-ing + dll
5 Past Simple Tense S + V2 + dll
6 Past Continuous Tense S + was, were + V-ing + dll
7 Past Perfect Tense S + had + V3 + dll
8 Past Perfect Continuous Tense S + had + been + V-ing + dll
9 Future Simple Tense S + will + V1 + dll
10 Future Continuous Tense S + will + be + V-ing + dll
11 Future Perfect Tense S + will + have + V3 + dll
12 Future Perfect Continuous Tense S + will + have + been + V-ing + dll
13 Past Future Simple Tense S + would + V1 + dll
14 Past Future Continuous Tense S + would + be + V-ing + dll
15 Past Future Perfect Tense S + would + have + V3 + dll
16 Past Future Perfect Continuous Tense S + would + have + been + V-ing + dll


Semoga bermanfaat
Terima Kasih.