Wednesday, September 24, 2014
Wednesday, September 17, 2014
Saturday, September 13, 2014
TERAPI LATIHAN PASCACEDERA BAHU
2:08 AM
No comments
Bentuk-bentuk terapi latihan untuk
cedera bahu dan lengan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Codman’s Pendulum Swing
(Mengayun lengan)
Letakkan lengan
sehat ke meja untuk menyangga tubuh. Bungkukkan badan dan biarkan lengan/bahu yang cedera menggantung rileks.
Perlahan ayunkan lengan memutar searah dan berlawanan arah dengan jarum jam,
kemudian ke depan-belakang dan samping-menyamping. Ulangi
30 kali pada masing-masing arah.
2. Wall Lader (Merambat tembok)
Berdirilah menyamping tembok, jangkaulah tembok
dengan lengan cedera dalam posisi lurus. Merambatlah ke atas dengan bantuan
jari-jari tangan setinggi mungkin, kemudian pertahankan posisi tersebut. Ulangi
3-5 kali. Lakukan latihan ini dengan menghadap tembok maupun menyamping tembok.
3.
Supine Flexion (Tekuk lengan ke belakang)
Tidur terlentang
dan peganglah T-Bar atau tongkat dengan kedua tangan. Angkat lengan diatas
kepala sejauh mungkin dan tahan 5-10 detik. Kembali ke posisi semula dan ulangi
kembali gerakan ini. Apabila fleksibilitas
dan kekuatan sudah bertambah, boleh ditambahkan beban pada tongkat.
4. Bent Arm Flexion (Angkat lengan
ke depan-atas)
Sangga lengan yang cedera dengan tangan yang sehat,
dan perlahan angkat lengan cedera tersebut ke depan dan ke atas sejauh mungkin.
Pertahankan dan turunkan kembali ke posisi semula.
Istirahatkan, dan ulangi gerakan ini sebanyak 30 kali.
5. T-Bar Flexion (Angkat lengan
dengan T-Bar)
Pegang
secara kendor ujung T-Bar dengan lengan yang cedera, dan lengan sehat memegang
ujung panjang T-Bar. Angkat lengan
cedera dengan mendorong T-Bar setinggi mungkin, kemudian tahan dan turunkan
kembali secara perlahan. Ulangi
30 kali. T-Bar Flexion
(Angkat lengan dengan T-Bar)
Pegang secara kendor ujung T-Bar dengan lengan yang
cedera, dan lengan sehat memegang ujung panjang T-Bar. Angkat lengan cedera dengan mendorong T-Bar setinggi
mungkin, kemudian tahan dan turunkan kembali secara perlahan. Ulangi
30 kali.
6. Active Flexion (Angkat lengan
Secara Aktif)
Berdirilah dengan siku lurus dan ujung jari menghadap
ke depan. Angkat lengan cedera ke atas di depan tubuh setinggi mungkin,
pertahankan dan turunkan secara perlahan. Ulangi gerakan ini
7. Bent Arm Extension (Tarik
lengan ke belakang-bawah)
Sangga lengan yang cedera dengan telapak tangan yang
sehat, dan perlahan dorong lengan cedera ke belakang sejauh mungkin. Pertahankan, dan kemudian kembali ke posisi semula secara
perlahan. Ulangi 30 kali.
8. T-Bar Extension (Tarik ke
belakang-bawah dengan T-Bar)
Genggam renggang ujung T-Bar dengan lengan cedera,
dan pegang ujung lain dengan tangan yang sehat. Gunakan tangan sehat untuk
mendorong lengan cedera ke belakang tubuh sejauh mungkin. Pertahankan dan
kembalikan ke posisi awal. Ulangi 30 kali.
9.
Prone – Extension (Lengan menempel panggul)
Tidurlah telungkup
dengan lengan cedera menggantung kearah lantai. Dengan lengan cedera yang
diputar keluar, angkat ke belakang menuju panggul sehingga sejajar dengan
lantai. Tidak
perlu lebih dari sejajar lantai.
10.
Bent Arm Abduction
(Angkat lengan menjauhi tubuh)
Letakkan
lengan cedera di tangan yang sehat, dan dengan perlahan bawa lengan cedera
menjauhi tubuh semaksimal mungkin. Pertahankan dan kembalikan pelan ke posisi semula. Rilekskan
sebentar dan ulangi 30 kali.
11. T-Bar Abduction (Angkat
menjauhi tubuh dengan T-Bar)
Pegang ujung T-Bar dengan lengan cedera, dan ujung
lain dengan lengan sehat. Pergunakan tangan sehat untuk mengangkat lengan
cedera menyamping menjauhi tubuh semaksimal mungkin. Pertahankan dan kembalikan
perlahan ke posisi semula. Ulangi 30 kali.
12. Active Abduction (Angkat menjauh
dari tubuh secara aktif)
Berdirilah dengan siku lurus. Angkat lengan cedera
menjauhi tubuh setinggi mungkin. Pertahankan dan turunkan perlahan. Ulangi
kembali
13. Prone Horizontal Abduction
(Angkat menjauhi tubuh)
Tidurlah tengkurap di meja. Angkat keluar lengan
cedera menjauhi tubuh sampai sejajar lantai. Pertahankan, kembalikan ke posisi
semula dan ulangi gerakan tersebut
14. Adducted Internal / External Rotation (Memutar
lengan ke dalam dan ke luar)
Dengan lengan cedera disamping badan dan menekuk
siku 90 derajat, putarlah lengan menyilang tubuh ke perut sejauh mungkin. Pertahankan, kemudian ganti putar ke luar dan
pertahankan. Dengan perlahan kembalikan ke posisi semula dan ulangi 30 kali.
15. Side Lying Internal Rotation
(Putar lengan ke dalam dengan posisi tidur miring)
Tidurlah miring ke sisi lengan cedera dengan siku
menekuk 90 derajat. Dengan perlahan, angkat tangan cedera ke perut.
Pertahankan, kemudian kembalikan ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.
16. Side Lying External Rotation
(Putar lengan ke luar dengan posisi tidur miring)
Tidurlah miring ke sisi lengan yang sehat dengan
siku terletak di dada dan menekuk 90 derajat. Perlahan angkat tangan ke atas menjauhi tubuh semaksimal
mungkin. Pertahankan dan turunkan kembali. Ulangi gerakan ini
beberapa kali.
17.
Supine Internal/External Rotation (Putar lengan ke depan dan ke luar dengan posisi tidur terlentang)
Tidurlah terlentang
di meja dengan bahu renggang dan siku tersangga dalam posisi menekuk. Perlahan
angkat tangan ke atas dan ke depan sejauh mungkin. Pertahankan 1-2 detik, dan
kembalikan ke posisi semula. Usahakan punggung tangan menyentuh meja pada
posisi ke belakang dan telapak tangan menyentuh meja pada posisi ke depan. Ulangi
gerakan ini beberapa kali.
18.
Supraspinatus
Berdirilah dengan siku lurus dan lengan memutar ke
dalam. Angkat tangan setinggi mata dengan sudut 30 derajat terhadap tubuh. Jaga jangan sampai lebih tinggi dari mata. Pertahankan,
dan kembalikan ke posisi semula. Ulangi
gerakan ini beberapa kali.
19.
Shrugs
Berdirilah dengan
lengan disamping badan. Angkat
bahu ke telinga dan pertahankan. Tarik bahu ke belakang sehingga saling
mendekat. Pertahankan dan kemudian rilekskan. Ulangi beberapa
kali.
20.
Towel Squeeze (Memeras handuk dengan lengan atas)
Lipat handuk
menjadi 1/8, kemudian letakkan diantara dada dan lengan cedera. Perlahan
tekankan lengan ke handuk dan dada dengan lengan bawah menyilang di depan tubuh
pada sudut 45 derajat. Pertahankan
kontraksi isometrik ini 5-10 detik, kemudian rilekskan. Ulangi gerakan ini
beberapa kali.
21. Supine Triceps Extension
(Ekstensi trisep dalam posisi terlentang)
Berbaringlah
terlentang dengan siku menekuk di dekat kepala. Letakkan lengan cedera ke bahu sehat. Perlahan luruskan siku sejauh mungkin tanpa menggerakkan
lengan atas. Perlahan kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan
ini beberapa kali.
22. Standing Triceps Press
(Tekan trisep dalam posisi berdiri)
Angkat lengan
cedera ke atas kepala. Sangga siku dengan lengan sehat. Perlahan luruskan lengan di atas kepala. Pertahankan dan
kembalikan ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.
23.
Seated
Dips
Duduklah di tepi meja atau kursi dengan tangan
memegang tepian meja/kursi. Perlahan
luruskan lengan dan angkat pantat. Pertahankan 3-5 detik dan kembali ke meja
dengan perlahan. Ulangi beberapa kali.
24.
Chair
Dips
Letakkan bagian belakang badan di pinggiran kursi
dengan kaki menjulur ke depan. Perlahan
turunkan badan ke lantai sampai lengan atas sejajar lantai. Angkat badan ke
atas dengan hati-hati dan pertahankan. Secara perlahan kembalilah ke posisi
semula dan ulangi gerakan ini beberapa kali.
25.
Biceps
Curls
Lengan lurus
disamping badan dengan tangan menghadap ke depan. Perlahan tekuklah siku kearah
bahu sejauh mungkin. Pertahankan
dan rilekskan ke posisi semula. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
26.
Supine
Press
Berbaringlah
terlentang dengan siku disamping dada dan menekuk 90 derajat. Perlahan angkat dan luruskan lengan ke atas. Pertahankan
dan kembalikan perlahan ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.
27.
Progressive
Push-Ups
Peganglah tepian tempat tidur atau meja dengan kedua
kaki sejajar dan berjarak 3-4 kaki dari tempat tidur. Perlahan turunkan badan kearah tepi tempat tidur, tapi
tidak sampai menyentuhnya. Kembalilah ke posisi semula dan ulangi gerakan ini.
Tingkatkan dengan menggunakan tempat tidur/meja yang semakin rendah dan pada
akhirnya di lantai.
28.
Bent Over
Rows
Bungkukkan badan sehingga sejajar
dengan lantai dan lengan menggantung. Perlahan tariklah lengan ke atas sehingga
tangan setinggi dada, seperti orang menggergaji. Turunkan dan kembali ke posisi
awal. Ulangi
gerakan ini beberapa kali.Friday, September 12, 2014
Tenses bahasa Inggris
10:59 PM
No comments
Tenses ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat tetap,
kebiasaan atau kebenaran yang hakiki. Karena sering menyangkut kejadian diwaktu
lamapu, sekarang dan akan datang, Tenses ini paling sedikit mempunyai
keterangan waktu tertentu.
Kalimat-kalimat bahasa inggris umumnya harus mempunyai subject(s)
dan predicate(p). karena itu semua Tenses akan dipormulasi seperti itu.
Rumus:
+) Subject + to be + verb I + Main verb
+) Subject + verbI +(s/es)
+) Subject + verbI +(s/es)
Contoh :
* he is handsome
(dia tampan)
(dia tampan)
* is he handsome?
(apakah dia tampan?)
(apakah dia tampan?)
* he is not handsome
(dia tidak tampan)
(dia tidak tampan)
Simple Present Tense dipakai ketika:
• Kejadiannya bersifat umum, atau
• Terjadi sepanjang waktu, atau kebiasaan di masa lampau, sekarang
dan masa yang akan datang, atau
• Kejadiannya tidak hanya terjadi sekarang, atau
• Bersifat kebenaran umum, yang orang lain tidak dapat menyangkal
lagi akan kebenarannya.
B. Present Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang
benar-benar sedang dilakukan saat ini. Kalimat-kalimat dalam Tenses ini lebih
sering dipakai dari pada present Tenses.
Rumus:
subject + to be (is, am, are) + kata kerja + ing
Tense ini dipakai untuk menjelaskan tentang:
Tense ini dipakai untuk menjelaskan tentang:
• Kejadian yang sedang terjadi sekarang, atau
• Kejadian yang akan terjadi di masa yang akan dating
• Kejadian yang akan terjadi di masa yang akan dating
Contoh :
+) She is cooking in the kitchen.
(dia sedang memasak di dapur)
(dia sedang memasak di dapur)
-) She is not cooking in the kitchen
(dia tidak sedang memasak di dapur)
(dia tidak sedang memasak di dapur)
?) is she cooking in the kitchen?
(Apakah dia sedang memasak di dapur?)
(Apakah dia sedang memasak di dapur?)
C. Present Perfect Tense
Rumus:
subject + have + past participle (Kata Kerja Bentuk ke-3)
Tense ini digunakan untuk:
Tense ini digunakan untuk:
• Pengalaman
• Perubahan
• Situasi Yang berkelanjutan
• Perubahan
• Situasi Yang berkelanjutan
Atau untuk menunjukan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang
singkat (baru selesai)
Perhatikan contoh-contoh kalimatnya berikut ini:
Perhatikan contoh-contoh kalimatnya berikut ini:
+) they have met me
(mereka sudah menemui saya)
(mereka sudah menemui saya)
?) have they met me?
(apakah mereka sudah menemui saya?
(apakah mereka sudah menemui saya?
-) they have not met me
( mereka belum menemui saya)
( mereka belum menemui saya)
D. Present Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + have / has + been + K.Kerja + ing
Kita menggunakan Tense ini untuk menjelaskan:
Kita menggunakan Tense ini untuk menjelaskan:
• Satu kejadian/kegiatan yang baru saja berlangsung
• Satu perbuatan yang berlangsung hingga sekarang (pada saat bicara masih terjadi)
• Satu perbuatan yang berlangsung hingga sekarang (pada saat bicara masih terjadi)
Perhatikan contoh kalimat berikut:
+) They have been playing football
(Mereka telah sedang bermain sepakbola)
(Mereka telah sedang bermain sepakbola)
-) They have not been playing football
(merka telah tidak sedang bermain sepakbola)
(merka telah tidak sedang bermain sepakbola)
?) have they been playing football?
( Apakah merka telah sedang bermain sepakbola?)
( Apakah merka telah sedang bermain sepakbola?)
E. Simple Past Tense
Rumus Kalimat Positif:
subject + Kata Kerja Bentuk ke – 2
Rumus Kalimat Negatif :
Rumus Kalimat Negatif :
subject + did + not + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Rumus Kalimat Tanya:
Rumus Kalimat Tanya:
Did + subject + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they).
Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they).
Kapan kita memakai Simple Past Tense?
Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan
yang terjadi di masa lampau.
Perhatikan contoh kalimat berikut:
Perhatikan contoh kalimat berikut:
+) They were student last year
(mereka pelajar tahun lalu)
(mereka pelajar tahun lalu)
-) they were not student last year
(mereka bukan pelajar tahun lalu)
(mereka bukan pelajar tahun lalu)
?) were they student last year?
(apakah mereka pelajar tahun lalu?)
(apakah mereka pelajar tahun lalu?)
F. Past Continuous Tense
Rumus:
subject + was, were + Kata Kerja + ing
Kapan kita menggunakan Tense ini?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau.
Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau.
Contoh:
+)We were joking.
-) We were not joking
?) Were we joking?
-) We were not joking
?) Were we joking?
G. Past Perfect Tense
Rumus:
had + subject + Kata Kerja Bentuk ke - 3
Kapan kita menggunakan Past Perfect Tense?
Tense ini mengekspresikan tindakan di masa lalu sebelum tindakan
lain terjadi, namun kejadiannya di masa lampau.
Perhatikan:
+) I had listen the radio when you come here
(aku sudah mendengar radio sebelum kamu datang
(aku sudah mendengar radio sebelum kamu datang
H. Past Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + had + been + Kata Kerja + ing
Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense?
Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense?
Tense ini sama pemakaiannya dengan Past Perfect Tense, namun
mengekspresikan tindakan-tindakan yang lebih lama di masa lampau sebelum
tindakan lain terjadi.
Perhatikan:
She had been helping me when they went to scool
(dia telah sedang membantu saya ketika mereka telah pergi ke sekolah)
(dia telah sedang membantu saya ketika mereka telah pergi ke sekolah)
I. Simple Future Tense
Rumus:
subject + WILL/SHALL + Kata Kerja Bentuk I
subject + WILL/SHALL + Kata Kerja Bentuk I
Kapan kita mengunakan Simple Future Tense?
a. Tidak Ada Rencana Sebelumnya atau Menyatakan perbuatan/kejadian
yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang
contoh :• Hold on. I‘ll get a pen.
b. Prediksi
Contoh:
• It will rain tomorrow.
KALIMAT NON-VERBAL
Ketika predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka gunakan be
untuk menggantikan kata kerja tersebut.
Contoh:
• I‘ll be in London tomorrow.
Catatan:
Ketika kita mempunyai rencana atau keinginan untuk melakukan suatu
kegiatan di masa yang akan datang, maka gunakan be going to atau Present
Continuous Tense untuk menggantikan will/shall.
J. Future Continuous Tense
Rumus:
subject + WILL + BE + Kata Kerja + ing
Kapan kita menggunakan Future Continuous Tense?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan yang akan terjadi di waktu
tertentu di masa yang akan datang.
Contoh:
He will be teaching me at eight tomorrow
(dia akan sedang mengajar saya pada jam delapan besok)
K. Future Perfect Tense
Rumus:
subject + WILL + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3
Kapan Kita Menggunakan Future Perfect Tense?
Tense ini kita pakai untuk menggambarkan suatu kegiatan yang akan
terjadi di masa yang akan datang sebelum kegiatan lain terjadi.
Contoh:
They will be tired when they arrive.
(mereka akan telah lelah ketika mereka datang)
(mereka akan telah lelah ketika mereka datang)
L. Future Perfect Continuous Tense
Rumus:
Subject + WILL + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing
Kapan kita memakai Future Perfect Continuous Tense?
Kita menggunakan Tense ini untuk membicarakan tentang suatu
tindakan/kegiatan yang panjang sebelum beberapa saat di masa yang akan datang.
Contoh:
• He will be tired when he arrives. He will have been traveling
for 24 hours.
M. Past Future Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan terjadi
diwaktu lampau
Rumus:
subject + WOULD + Kata Kerja Bentuk I
subject + WOULD + Kata Kerja Bentuk I
Contoh :
She would not be at school tomorrow.
(Dia tidak akan ke sekolah besok)
(Dia tidak akan ke sekolah besok)
N. Past Future Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang terjadi di waktu
lampau.
Rumus:
subject + WOULD + BE + Kata Kerja + ing
subject + WOULD + BE + Kata Kerja + ing
Contoh:
We would be having dinner at home yesterday.
(kita akan sedang makan malam di rumah kemarin)
(kita akan sedang makan malam di rumah kemarin)
O. Past Future Perfect Tense
untuk menyatakan suatu prbuatan atau peristiwa yang akan sedang
terjadi di waktu lampau
Rumus:
subject + WOULD + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3
subject + WOULD + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3
Contoh:
she would have be finished to studied if he had not been lazy
(dia akan sudah tamat belajar jika dia tidak malas)
(dia akan sudah tamat belajar jika dia tidak malas)
P. Past Future Perfect Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan sedang terjadi
di waktu lampau
Rumus:
Subject + WOULD + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing
Subject + WOULD + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing
Contoh:
We would have been waiting long.
(kita akan sudah sedang menunggu lama)
(kita akan sudah sedang menunggu lama)
KESIMPULAN
Rumus Umum Tense adalah sbb:
No Tenses Rumus
1 Present Simple Tense S + V1 +
dll
2 Present Continuous Tense S + is, am, are + V-ing + dll
3 Present Perfect Tense S + have,has + V3 + dll
4 Present Perfect Continuous Tense S + have, has + been + V-ing + dll
5 Past Simple Tense S + V2 + dll
6 Past Continuous Tense S + was, were + V-ing + dll
7 Past Perfect Tense S + had + V3 + dll
8 Past Perfect Continuous Tense S + had + been + V-ing + dll
9 Future Simple Tense S + will + V1 + dll
10 Future Continuous Tense S + will + be + V-ing + dll
11 Future Perfect Tense S + will + have + V3 + dll
12 Future Perfect Continuous Tense S + will + have + been + V-ing + dll
13 Past Future Simple Tense S + would + V1 + dll
14 Past Future Continuous Tense S + would + be + V-ing + dll
15 Past Future Perfect Tense S + would + have + V3 + dll
16 Past Future Perfect Continuous Tense S + would + have + been + V-ing + dll
Semoga bermanfaat
Terima Kasih.
2 Present Continuous Tense S + is, am, are + V-ing + dll
3 Present Perfect Tense S + have,has + V3 + dll
4 Present Perfect Continuous Tense S + have, has + been + V-ing + dll
5 Past Simple Tense S + V2 + dll
6 Past Continuous Tense S + was, were + V-ing + dll
7 Past Perfect Tense S + had + V3 + dll
8 Past Perfect Continuous Tense S + had + been + V-ing + dll
9 Future Simple Tense S + will + V1 + dll
10 Future Continuous Tense S + will + be + V-ing + dll
11 Future Perfect Tense S + will + have + V3 + dll
12 Future Perfect Continuous Tense S + will + have + been + V-ing + dll
13 Past Future Simple Tense S + would + V1 + dll
14 Past Future Continuous Tense S + would + be + V-ing + dll
15 Past Future Perfect Tense S + would + have + V3 + dll
16 Past Future Perfect Continuous Tense S + would + have + been + V-ing + dll
Semoga bermanfaat
Terima Kasih.
Mengetahui perbedaan Problem Based Learning (PBL) dan konvensional
7:30 PM
No comments
Mengetahui perbedaan Problem Based Learning (PBL) dan konvensional
Menurut
Philip R. Wallace (1992) dalam Jurnal
Teknologi Informasi, Volume 5 Nomor 2, Oktober 2009, ISSN 1414-9999 pembelajaran
konvensional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut *) sumber ref :Jurnal Teknologi Informasi, Volume 5 Nomor 2, Oktober 2009, ISSN 1414-9999
[14]:
1.
Otoritas seorang guru lebih diutamakan
dan berperan sebagai contoh bagi murid-muridnya.
2.
Perhatian kepada masing-masing individu
atau minat siswa sangat kecil.
3.
Pembelajaran di sekolah lebih banyak
dilihat sebagai persiapan akan masa depan, bukan sebagai peningkatan kompetensi
siswa di saat ini.
4.
Penekanan yang mendasar adalah pada
bagaimana pengetahuan dapat diserap oleh siswa dan penguasaan pengetahuan tersebutlah yang
menjadi tolok ukur keberhasilan tujuan, sementara pengembangan potensi siswa diabaikan.
Menurut
Bound & Feletti, 1997 dalam Jin Zhang, Tianjin University of Traditional
Chinese Medicine, Tianjin 300193 Menurut Bound & Feletti, 1997 dalam Jin Zhang, Tianjin University of Traditional Chinese Medicine, Tianjin 300193 menyatakan bahwa In such
a teaching process, the students are necessary to face up with a great number
of the problems that source from the real practices, and also these problems
will stimulate them to carry out the more explorations and learn more things
(Dalam suatu proses pembelajaran, para siswa diperlukan untuk menghadapi dengan
sejumlah besar masalah yang bersumber dari praktek-praktek nyata, dan juga
masalah ini akan merangsang mereka untuk melaksanakan lebih eksplorasi dan
belajar lebih banyak hal).
Dari dua pernyataan diatas dapat
disimpulkan bahwa perbedaan Problem Based
Learning (PBL) dan konvensional adalah:
Problem Based
Learning (PBL)
|
Konvensional
|
Student center
|
Teacher center
|
Pembelajaran
dengan suatu permasalahan yang nyata
|
Pembelajaran
bagaimana pengetahuan dapat diserap mahasiswa sesuai yang diajarkan dosen
|
Mahasiswa dapat
lebih malakukan eksplorasi dan belajar lebih banyak hal
|
Pengembangan
potensi mahasiswa diabaikan
|
Dapat melahirkan
inovasi ilmu pengetahuan baru berdasar pada eksplorasi dari mahasiswa sesuai
dengan disiplin ilmunya
|
Keterbatasan
bagaimana keaktifan guru memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa
|













