Address:

Kutisari street I/ 21, Surabaya, East Java, Indonesia

Friday, September 12, 2014

Mengetahui perbedaan Problem Based Learning (PBL) dan konvensional


             Mengetahui perbedaan Problem Based Learning (PBL) dan konvensional

Menurut Philip R. Wallace (1992) dalam Jurnal Teknologi Informasi, Volume 5 Nomor 2, Oktober 2009, ISSN 1414-9999 pembelajaran konvensional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut *)sumber ref :Jurnal Teknologi Informasi, Volume 5 Nomor 2, Oktober 2009, ISSN 1414-9999
[14]:
1.      Otoritas seorang guru lebih diutamakan dan berperan sebagai contoh bagi murid-muridnya.

2.      Perhatian kepada masing-masing individu atau minat siswa sangat kecil.

3.      Pembelajaran di sekolah lebih banyak dilihat sebagai persiapan akan masa depan, bukan sebagai peningkatan kompetensi siswa di saat ini.

4.      Penekanan yang mendasar adalah pada bagaimana pengetahuan dapat diserap oleh siswa dan penguasaan pengetahuan tersebutlah yang menjadi tolok ukur keberhasilan tujuan, sementara pengembangan potensi siswa diabaikan.

            Menurut Bound & Feletti, 1997 dalam Jin Zhang, Tianjin University of Traditional Chinese Medicine, Tianjin 300193 Menurut Bound & Feletti, 1997 dalam Jin Zhang, Tianjin University of Traditional Chinese Medicine, Tianjin 300193 menyatakan bahwa  In such a teaching process, the students are necessary to face up with a great number of the problems that source from the real practices, and also these problems will stimulate them to carry out the more explorations and learn more things (Dalam suatu proses pembelajaran, para siswa diperlukan untuk menghadapi dengan sejumlah besar masalah yang bersumber dari praktek-praktek nyata, dan juga masalah ini akan merangsang mereka untuk melaksanakan lebih eksplorasi dan belajar lebih banyak hal).

Dari dua pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan Problem Based Learning (PBL) dan konvensional adalah:

Problem Based Learning (PBL)
Konvensional
Student center
Teacher center
Pembelajaran dengan suatu permasalahan yang nyata
Pembelajaran bagaimana pengetahuan dapat diserap mahasiswa sesuai yang diajarkan dosen
Mahasiswa dapat lebih malakukan eksplorasi dan belajar lebih banyak hal
Pengembangan potensi mahasiswa diabaikan
Dapat melahirkan inovasi ilmu pengetahuan baru berdasar pada eksplorasi dari mahasiswa sesuai dengan disiplin ilmunya
Keterbatasan bagaimana keaktifan guru memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa

0 comments:

Post a Comment